Pemerintahan
Pemkab Sumenep Dorong Digitalisasi Pasar Tradisional di Pasar Bangkal

Memontum Sumenep – Wujud dari program ‘Nata Kota Bangun Desa’ terus dilanjutkan oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi. Terbukti, Kota Sumenep yang awalnya semrawut karena keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjubel di area Taman Adipura Sumenep, sudah mampu direlokasi ke Pasar Bangkal sejak 2017. Bahkan, tidak kurang sebanyak 550 pedagang, sudah bisa direlokasi.
Awalnya, Pasar Bangkal juga semrawut hingga akhirnya direnovasi. Para PKL yang biasanya mangkal di area Taman Adipura atau biasa disebut Taman Bunga (TB), akhirnya direlokasi secara bertahap. Kini, tampak Pasar Bangkal usai direnovasi, terlihat rapi, berjejer kios-kios modern yang dihuni oleh para PKL.
Pasar Bangkal sendiri, diresmikan oleh Bupati Sumenep. Dicanangkan ke depan, pasar tersebut itu akan dilakukan digitalisasi pasar tradisional. Yakni, salah satunya transaksi pembayaran atau jual beli menggunakan non tunai.
“Jadi, kita dorong ke digitalisasi pasar tradisional kedepannya. Ini tidak terlepas dari spirit Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, memoderanisasi pengelolaan birokrasi di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, Selasa (29/03/2022) tadi.
Baca juga :
- Nelayan di Perairan Gapurana Talango Sumenep Ditemukan Tim SAR Gabungan Meninggal
- Puluhan Pelukis Nusantara Meriahkan Festival Seni Lukis Madura
- Pemkab Sumenep Kemas Pameran Pembangunan Dalam Madura Night Vaganza
- Gunakan Energi Bersih REC, Pemkab Sumenep Nota Kesepahaman dengan PLN
- Cari 15 Orang ABK Kapal Putra Sumber Mas, Basarnas Kerahkan Dua Kapal di Perairan Sumenep
Bupati juga menyampaikan, pada situasi pandemi Covid-19, yang berdampak secara langsung terhadap pelaku usaha, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih dapat terselamatkan. Dengan hadirnya teknologi, maka dapat dimanfaatkan pebisnis untuk menjaga stabilitas usaha. Untuk itu, kata pria yang juga menjabat Ketua DPC PDIP Sumenep ini, menjelaskan penting bagi masyakat untuk permisif terhadap perkembangan dunia bisnis.
“Dalam realisasinya, progam ini dilakukan secara simultan dan direncanakan berkelanjutan sampai pelaku ekonomi terlibat masuk pasar tradisional. Pada tahun awal legalisasi dimulai dari pembayaran non tunai,” kata Fauzi.
Pemerintah setempat menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Timur, yaitu Bank Jatim dan Bank Indonesi (BI), untuk mensukseskan upaya digitalisasi Pasar Tradisional. (dan/gie)

SEKITAR KITA3 tahunSumenep Bermunajat, Bupati Fauzi Minta Doa Seluruh Masyarakat untuk Kemajuan Pembangunan
Kabar Desa5 tahunHeboh.. Sudah Meninggal, Cakades Rubaru Sumenep Menang Pilkades Serentak
Hukum & Kriminal5 tahunDensus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sumenep
SEKITAR KITA5 tahunGeger, Pencairan Dana BOP Ponpes An Nuqoyah. Ada apa?
Pendidikan3 tahunSyiarkan Islam, IAAM Perkuat Silaturahmi dengan Halal Bihalal dan Pengajian Akbar
Hukum & Kriminal3 tahunOknum Anggota Polres Sumenep dan Dua Oknum Wartawan Dibekuk karena Diduga Terseret Narkoba
SEKITAR KITA5 tahunDiduga Berubah menjadi Tempat Karaoke, Pemkab Sumenep Tutup Caffe Apoeng Kheta
Kabar Desa3 tahunPerangkat Pemdes Penanggungan Sumenep Diduga Rangkap Jadi Guru












