SEKITAR KITA
Masuk Siklus 5 Tahunan, Kasus Pasien DBD di Sumenep Turun Drastis

Memontum Sumenep – Demam Berdarah Dangue (DBD) masuk penyakit menular yang disebabkan oleh virus dangue yang ditularkan melalui nyamuk Aides Aegepty. Di kabaputen Sumenep dari Bulan Januari sampai April 2022, masih terkendali walaupun ini masuk pada siklus 5 tahunan.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, Agus Mulyono, di masa lalu masuk pada siklus 5 tahunan terjadi peningkatan luar biasa. Meski siklus 5 tahunan, tercatat laporan penyakit kasus terjangkit DBD itu 98 orang sampai pada saat ini. “Dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya (Januari – April 2021), kita masih lebih rendah. Tahun lalu masih diatas 200 orang terserang DBD,” ujarnya.
Jadi, kata Agus, terkendalinya DBD ini akibat dari partisipasi masyarakat yang makin waspada untuk melakukan 3 hal. Yakni melalui pencegahan 3 M plus (mengubur, menguras, menutup) ditambah lagi dengan mencegah dari gigitan nyamuk. Selain itu bisa juga melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) ditempat yang memungkinkan nyamuk itu bertelur hingga berbentuk jintik.
Baca juga :
- Nelayan di Perairan Gapurana Talango Sumenep Ditemukan Tim SAR Gabungan Meninggal
- Puluhan Pelukis Nusantara Meriahkan Festival Seni Lukis Madura
- Pemkab Sumenep Kemas Pameran Pembangunan Dalam Madura Night Vaganza
- Gunakan Energi Bersih REC, Pemkab Sumenep Nota Kesepahaman dengan PLN
- Cari 15 Orang ABK Kapal Putra Sumber Mas, Basarnas Kerahkan Dua Kapal di Perairan Sumenep
Masyarakat semakin waspada dengan melakukan 3M dan PSN. Karena satu nyamuk bertelur itu akan melahirkan puluhan ribu nyamuk. Jadi kalau itu dibiarkan tidak di kuras, tidak dilakukan pemberantasan akan jadi sarang nyamuk. Maka akan muncul nyamuk baru yang berpotensi akan berinteraksi apabila menggigit orang.
Sosialisasi sudah jauh dilakukan sebelumnya. Yakni pada awal-awal sebelum Musim hujan. Ditambah lagi dengan tim fogging yang tersebar di seluruh Puskesmas. Edukasi dari Puskesmas ke masyarakat juga sudah sering dilakukan. kemudian PSN Puskesmas juga melakukan edukasi melalui tenaga-tenaga medis yang ada di Puskesmas ke bawah sampai ke desa.
“Kita juga menyiapkan tim foging. Di semua Puskesmas sudah ada alat dan obatnya. Jadi begitu ada yang terindikasi DBD, langsung dilakukan penurunan tim ke lokasi untuk melakukan fogging membunuh nyamuknya. Tapi ingat bahwa yang paling efektif itu PSN dengan 3 M plus itu. Jadi, seluruh Puskesmas sebanyak 30 Puskesmas di daratan dan kepulauan ini, di desa juga sudah sebagian sudah mulai aktif, mudah-mudahan kedepan makin aktif. (dan/edo/gie)

SEKITAR KITA3 tahunSumenep Bermunajat, Bupati Fauzi Minta Doa Seluruh Masyarakat untuk Kemajuan Pembangunan
Kabar Desa5 tahunHeboh.. Sudah Meninggal, Cakades Rubaru Sumenep Menang Pilkades Serentak
Hukum & Kriminal5 tahunDensus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sumenep
SEKITAR KITA5 tahunGeger, Pencairan Dana BOP Ponpes An Nuqoyah. Ada apa?
Pendidikan3 tahunSyiarkan Islam, IAAM Perkuat Silaturahmi dengan Halal Bihalal dan Pengajian Akbar
Hukum & Kriminal3 tahunOknum Anggota Polres Sumenep dan Dua Oknum Wartawan Dibekuk karena Diduga Terseret Narkoba
SEKITAR KITA5 tahunDiduga Berubah menjadi Tempat Karaoke, Pemkab Sumenep Tutup Caffe Apoeng Kheta
Kabar Desa3 tahunPerangkat Pemdes Penanggungan Sumenep Diduga Rangkap Jadi Guru












